Iklan

Minggu, 16 Juni 2024

Surat Untuk Nahkoda

Surat Untuk Nahkoda

2014. Cukup angka itu yg akan selalu diingatnya.
Sejak saat itu, selalu saja 2 buah pucuk surat tulisan tangan kakeknya yang selalu dibacanya.
Surat lamaran kerja menjadi seorang nahkoda kapal la fayette sebuah kapal lintas benua.

Budi namanya, perawakan sedang, meski tak begitu pintar namun satu kelebihannya ; Dia selalu berbicara dengan Tuhannya. Sehingga Budi merasa Tuhannya ini begitu memperhatikannya.

Suatu ketika perusahaan fiktif la fayette mengisyaratkan kepada budi untuk datang ke amerika, karena prekrutan akan segera dilakukan disana.
Betapa senangnya budi, setelah pengajuan aplikasi visa mendapat persetujuan. Ia pun memesan tiket PP pesawat pada sebuah maskapai ternama All Nippon Airways (ANA). 
Malang baginya , setelah 7 jam penerbangan tibalah Ia di bandara Narita ( japan). Bukan penerbangan lanjutan ke Los Angeles dan dilanjutkan ke Georgia.
Melainkan petugas imigrasi Amerika menunggunya di luar pintu pesawat. Nama Mr Budi terdengar dengan jelas di dalam kabin pesawat sehingga penumpang tahu betul arti panggilan itu.

Budi hari itu tertahan bersama seorang bernama uya kuya dan keluarganya, juga sepasang kekasih berwajah arab warga Australia. Penumpang lainnya melanjutkan perjalanan ke Los Angeles dengan pesawat pengganti dari bandara Haneda. Sementara kedua penumpang tadi tertahan satu malam saja, untuk keperluan imigrasi, Budi, dirinya saja yang pulang dengan alasan perusahaan yang mensponsori dirinya adalah menyatakan dokumen yang digunakan budi sudah kadaluarsa.

Memang benar ini kesalahannya, Budi sudah diberi tahu sebelumnya. Tapi sayangnya tiket pesawat sudah tanggung dibelinya. Sehingga pulanglah Budi dari Narita malam itu juga, setidak-tidaknya dirinya pernah menghirup udara jepang meskipun hanya 2 jam lamanya.
Sejak saat itu Budi menjauh dari Tuhannya, bicara sebentar dengan Tuhannya kemudian pergi lagi... bicara sebentar kemudian pergi lagi begitu setiap hari. Cukup lama hingga tahun pun berganti.
Namun Tahun berikutnya keadaan Budi sudah pulih, sehingga bahkan pada saat Ia terjatuh malah Budi tetawa, saat Budi dipukul Ia berkata 'sudah biasa'. 
Selalu seperti itu.

Namun sejak 2014 itu hingga kini apapun kondisinya, 2 buah pucuk surat itu selalu dibacanya. Surat lamaran kerja usang miliknya.
Hingga suatu hari datanglah kabar gembira untuknya, perusahaan fiktif la fayette di wilayahnya memanggil dirinya kembali.

Sesaat Budi melompat kegirangan bahwa dirinya akan membawa kapal tua la fayette berkeliling ke samudera raya. Budi tahu persis dimensi beserta detail lengkap kapal tua itu. 
Pergilah Budi menuju dermaga Harapan namanya, disana barulah Ia menyadari dirinya bukanlah seorang nahkoda kapal yang handal dan cakap seperti dulu lagi.
Masa itu telah berlalu lama sekali.
Namun perusahaan fiktif la fayette percaya bahwa Ia pantas dan mampu menahkodai kapal mewah itu.

Sebuah kapal besar dengan dimensi 3 kali lipat generasi la fayette pendahulunya,  dengan sistim navigasi komputer yang canggih, mesin pendorong seri terbaru, sistem kemudi ganda, bahkan berbahan bakar nuklir.

Meskipun dokumen atas dirinya sedang dalam proses 'menunggu', namun perusahaan fiktif la fayette mengijinkan dirinya untuk memegang kemudi kapal dan menikmati kehebatan kabin nahkoda kapal itu nantinya.

Sesaat setelah mengucap puji syukur kehadirat Illahi Rabbi, tangannya bergetar hebat, kewibawaan dan kepiawaian dirinya menaklukan dahsyatnya badai dsn gelombang samudera, sebagai kebanggan seorang nahkoda seketika rontok oleh halusnya 'roda kemudi kapal', halusnya getaran mesin, navigasi yang kuat dan akurat, serta bentuknya yang anggun berkesan elegan dan mewah.
Ibarat menemukan sekarung harta karun malah dirinya menjadi berada dalam kepongahan.
Anugerah yang besar memang terkadang membingungkan.

Di kabin nahkoda kapal tersebut, setelah kesombongannya luluh lantak, Ia bersujud, hatinya pun bergetar dan berbicara lagi dengan Tuhannya, " Tuhanku, 2 buah pucuk suratku yang usang itu pun Engkau masih mempedulikannya. Sesungguhnya aku khawatir kapal ini tidak akan dapat aku warisi, namun aku lebih takut lagi kehilangan kapal ini. Karena itu Tuhan, bantulah aku dan mampukanlah aku untuk menjadi nahkodanya dalam keadaan apapun samudera itu nantinya ".

Sebelum Budi beranjak menuju mushola untuk menunaikan sholat magrib, Ia menyelipkan 2 pucuk surat usangnya itu diruang navigasi kapal.. tepat diantara kemudi dan navigasi.. tampak mulutnya komat-kamit sebelum beranjak pergi.
Dengan harapan 'jiwa' kapal mau menyatu dengan dirinya manakala pelayaran menuju langit tingkat 2 nanti dimulai.

Ini hanyalah permulaan, namun akhirlah yang menentukan.
Meski begitu, sang bendera telah 'berkibar' di anjungan kapal, bersiap menyambut batas-batas cakrawala dunia.

By ; chandra alfayat

Minggu, 04 Juni 2023

CERITA DARI NAVIA


CERITA DARI NAVIA
 
 
 
Gemerlapnya lampu malam di kota Surabaya ini,dan syahdunya alunan musik dari sebuah bar melayu mengingatkanku pada kejadian 3 tahun silam.Akan sebuah perjalanan yang telah mengantarkanku hingga sampai disini.
 
Pagi itu,waktu menunjukan pukul 05.30 pertengahan mei 2011.Tak seperti biasanya,pagi itu mesin motor vespaku  tidak mau hidup juga,meski telah berkali-kali aku starter.Tak pelak akhirnya mengalah juga,tanganku yang sudah bersih kotor blopotan oli lagi.Tak lama kemudian,setelah aku bersihkan businya dari  terak hitam akibat proses pembakaran,suara merdu pun terdengar.
‘’tang,trang,tang,trang,tangggg....tang,tangggg..’’.
’’mau  nyala juga ney bandot tua”,gumamku.Tepat pukul 06.00 pagi aku pun berangkat kerja menyusuri jalan raya Banjarnegara – Purbalingga.Satu jam berlalu,hingga tibalah aku di “PT  Indokores Sahabat “purbalingga,lalu masuklah aku kedalam sebuah bangunan besar,yang sudah tua umurnya,tepatnya sebuah pabrik pembuatan rambut dan bulu mata,yang menyewa lahan dan bangunan diatas tanah sebuah stasiun kereta api tua peninggalan jaman kolonial belanda dulu,di kota ini.Meskipun waktu sudah menunjukan pukul 07.00 namun pagi ini masih belum nampak seorang karyawan pun yang datang.Biasanya aku berangkat bersama adik perempuanku,namun adikku sedang sakit sehingga sudah 3 hari ini tidak dapat masuk kerja.Kususuri koridor demi koridor,kuamati bangku-bangku karyawan yang masih kosong disegenap penjuru ruangan,ribuan jumlahnya.Tak terbayangkan bagaimana riuh sesaknya,dan panasnya suhu udara dalam ruangan,serta aroma dari bercampurnya aneka macam parfum dalam sebuah ruangan tak ber-AC ini manakala aktivitas sedang dimulai.
 
                Dan di dalam area pabrik rambut yang besar ini,terdapatlah sebuah pabrik kecil dengan lahan minim,tepatnya dipojokan area pabrik,yaitu lahan yang tidak pernah digunakan sebelumnya.Didepan pintu masuk pabrik ini tergantung sebuah papan kecil dengan pengait dan rantai diatasnya,”NAVIA” begitu bunyi tulisan yang terpampang disana.Sepengetahuanku,navia adalah sebuah pabrik aksesoris untuk wanita dengan bahan baku perak dan kuningan.Belum begitu banyak aku mengenal tempat ini,maklum baru satu minggu yang lalu aku belajar dan bekerja ditempat ini..itupun dalam seminggu masuk hanya 3 hari saja.Dan 3 hari yang lain,aku mesti masuk kerja ditempat lain lagi pada sebuah pabrik baru dan besar yang sedang mulai dibangun,dimana tahap pengerjaannya hingga saat ini baru memasuki tahap pembuatan pondasi gedung-gedung pabrik yang lahannya saja masih berupa sawah dan lumpur.Dalam pembuatan pabrik baru ini,aku dan ketujuh orang temanku termasuk adik perempuanku hanya bertanggung jawab untuk mengawasi dan melaporkan manakala ada kekurangan sempurnaan dalam pengerjaannya kepada Pak Direktur di perusahaan yang masih baru ini.Supervisor begitulah jabatan yang kami sandang yang diberikan Direktur kepada kami waktu itu.
 
                Meski kami adalah para supervisor-supervisor dalam pembangunan pabrik baru itu,dan kelak kami juga adalah supervisor-supervisor pabrik pada bagian kami masing-masing,tapi kami masih belum terlatih dalam hal pembuatan aksesoris ini dari mulai bahan baku hingga proses ekspor.Sehingga kami masih butuh waktu untuk belajar meski sekedar tahap pemahaman saja. Karena itulah,di navia sebuah pabrik kecil yang hanya berkapasitas 450 karyawan ini kami menimba dan menempa ilmu.Dan kebetulan aku mendapat tugas menimba ilmu di bagian Quality Control,tidak sebegitu rumit seperti yang adikku dapatkan di bagian wax atau proses awal dari sebuah pembuatan model cetak.
 
                Oh ya,namaku Yayat Budiman,biasanya aku dipanggil dengan panggilan yayat.Sebuah nama yang simpel bagiku dan mudah diingat meski bagi seorang anak balita sekalipun.Usiaku menginjak 31 tahun,dan hingga kini belum memiliki seorang pendamping hidup juga.Padahal menurut orang kampung dimana aku tinggal “kurang opo kowe le?,,,...lah nek awakmu urong rabi-rabi njur kapan olehmu arep rabi le ?..”,artinya kurang lebih mengatakan agar aku bersegera untuk menikah.Sebenarnya topik ini paling sensitif bagi aku untuk membahasnya,namun terkadang orang tidak mau tahu juga,dan bahkan kadang dijadikan bahan bercanda yang menarik bagi mereka.
 
                6 bulan pun berlalu tanpa terhitungkan betapa payah dan tersitanya pikiran hanya untuk sesuatu yang tidak akan jelas bagaimana akhirnya nanti,dan pembangunan pabrik baru itu pun terselesaikan.Dan proses belajar di navia pun dihentikan,lalu saatnya untuk menguji ilmu baru telah dimulai.Hampir 2 bulan lamanya aku bekerja di bagian Quality Control,tapi Manager Direktur memintaku  agar bergabung dengan Staff Kantor.Pada awalnya aku menolak,dengan alasan bahwa aku sudah suka di bagianku itu,Direktur pun mau mengerti.Dalam berbagai persoalan kantor plus berbagai macam persoalan internal perusahaan yang masih belum terselesaikan juga termasuk dalam interview perekrutan karyawan,dulu biasanya aku yang menyelesaikan tentu dengan didiskusikan terlebih dahulu dengan Manager Direktur.Sehingga kini,untuk urusan-urusan yang seperti itu beliau menggunakan teman-temanku yang lain dan bahkan menyewa konsultan dari luar.
 
                Hanya 1 bulan berselang,Beliau mengatakan bahwa meskipun sulit untuk memahami karakter aku,dengan melihat dari rasa tanggung jawab,serta paham dari cara kerjaku beliau menyatakan merasa sangat cocok dengan hasil kerjaku selama ini.Akhirnya pada sebuah meeting,disaat jam istirahat siang,antara beliau,aku,dan owner pabrik,dinyatakan bahwa aku tidak boleh menolak keputusan itu,sehingga mulai siang itu juga,meskipun awalnya dengan berat hati aku pun bergabung dengan Staff Kantor.Kerja siang itu,aku awali dengan menemani Pak Direktur berkunjung ke kantor Kapolres,selain untuk bersilaturakhmi juga untuk membahas mengenai bantuan keamanan di wilayah perusahaan dari kepolisian.Setelah itu,sering terjadi pertemuan antara Beliau dengan Pak Kapolres sementara aku cukup sebagai translater kondisi kepepet saja,dan bahkan sering menjadi pendengar yang setia,karena aku hanya cukup manggut-manggut manis,sambil sesekali tersenyum dan sedikit tertawa saja manakala disana terjadi komunikasi yang sinkron dan harmonis.Kerjaku lumayan capek dan super sibuk hingga pada saat sudah pulang kerumah sekalipun,pikiranku merasa sangat tidak nyaman karena bayang tugas-tugas kantor yang masih menumpuk.Itu berakibat lampu kamarku selalu menyala,dengan ditemani sebuah lap top mungilku hingga malam larut.Belum lagi PR pembuatan kawasan berikat yang aku mesti lengkapi sebagai persyaratannya,untuk kemudian menghadap Bupati di tingkat kabupaten,bahkan hingga kantor BKPM dan Kantor Pabean pusat,sebuah Departemen di bawah naungan menteri perindustrian dan perdagangan yang berkantor di jalan gatot subroto,serta dibawah naungan menteri keuangan yang berkantor di Rawamangun waktu itu.Pokoknya seabreg pekerjaan masih mengantri,meminta untuk segera diselesaikan,sementara aku mesti mengurus pengajuan visa untuk pekerja asing di kantor Direktorat Jenderal dan Imigrasi dijakarta,setelah itu perpanjangan visa untuk izin tinggalnya.Merubah RPTKA untuk penerbitan IMTA hingga pembuatan KITAS masing-masing Warga Negara Asingnya.Belum lagi bolak-balik Surabaya-Semarang-Jogja untuk belanja alat-alat kerja tambahan keperluan pabrik,juga ke Jakarta dalam rangka mengambil beberapa buah peti kemas yang bermasalah di pelabuhan tanjung periuk.Benar-benar sangat tidak nyaman rasanya waktu itu.....
 
                Dan di dalam setiap kejenuhan dan kesendirianku selama tugas luar ,aku tetap berusaha untuk bisa membuat hati ini bahagia dengan cara tersenyum dan memberi harapan-harapan yang aku sendiri tidak tahu apakah itu akan terwujud kelak,yah setidak-tidaknya bisa mengembalikan stamina dan fokus isi kepalaku lagi meski sesaat.Satu hal yang pasti,yaitu keyakinanku dalam beribadah dan semangatku dalam bekerja bahwa Meskipun Tuhan tidak memberi semua akan apa-apa yang aku minta,tapi IA akan memberi apa-apa yang aku butuhkan.
Hal ini telah berkali-kali aku buktikan dan aku alami hingga kini.Sehingga terkadang aku merasa bahwa Tuhan sangat baik padaku.
 
                Perjalanan adalah sesuatu yang harus dijalani dan dihayati serta dinikmati dalam setiap langkahnya,seperti apapun warna dan nuansanya. Agar kelak kita dapat mengambil barang sedikit ilmu lalu digunakannya,atas segala hikmah yang pernah kita alami.Hingga saat ini aku masih punya beberapa impian besar,satu impian diantaranya yaitu dapat melakukan wukuf di padang arofah pada bulan haji,beribadah dan memanjatkan do’a kehadirat Allah SWT tepat di depan ka’baitulloh,lalu mengerjakan sholat sunnah di tempat roudloh di masjid nabawi.Adikku pernah bilang padaku,bahwa seandainya masih selalu dianugerahi kesehatan,kesempatan,dan rizqi yang cukup adikku selalu memiliki niat,kelak untuk dapat berangkat kesana lagi.Mungkin kecintaannya pada Allah dan kerinduannya pada Rosul bisa sedikit terobati sesampainya disana.
 
Tanah suci ini juga merupakan sebuah tempat di mana dulu seorang wanita yang pintar,pendiam,taat beribadah,serta menjaga kesucian dirinya dengan mengenakan purdah,juga sempat menjadi ustadzah bagiku...bahkan sempat mencuri sebagian isi hatiku.Nama wanita itu adalah,ahh....hanya menyebutkan namanya saja,terasa semakin cepat aliran darahku dan berdegup dengan tidak normal jantungku hingga kini.Ia juga pernah berdo’a dan bermunajat kepada_Nya disana.Bahkan pada saat sehabis menunaikan shalat tahajud di masjid nabawi sana ia sempat berkirim SMS terakhir padaku,dan dalam SMS itu ia menegaskan bahwa kalau jodoh pasti akan bertemu lagi sesulit apapun jalan itu,dan kalau tidak berjodoh maka tidak akan dapat bersatu semudah apapun jalan itu.Intinya meskipun setelah itu tidak akan pernah ada komunikasi lagi tapi bahwa Do’a adalah jalan satu-satunya yang mesti diambil,dan untuk diikhlaskan hanya pada-Nya saja.Lalu setelah itu,ia memutuskan atas apa-apa yang ia ingin putuskan,namun aku yakin IA maha mengetahui segala isi hati,dan semoga aku bisa selalu terus bersabar serta ikhlas atas segala yang telah IA tetapkan...hingga hari terakhir bagiku,untuk menghadap kehadirat_Nya.
 
Aku merasa,semakin hari disamping semakin bertambah tua umurku..terasa sangat semakin berat aku menjalani kehidupan ini.Diluar sana,banyak wajah-wajah baru dan lama yang berparas elok dan rupawan namun hatinya tak ubahnya seekor binatang yang memiliki kawanan dan seringai-seringai buas mematikan,haus darah dan kematian.Seolah-olah cucuran keringat dan darah orang lain yang telah para kawanan itu reguk,tidak pernah dapat memuaskan para kawanan itu tetapi malah semakin menambah kedahagaannya saja. Sementara aku hanya seorang diri yang selalu berhati-hati dalam menyusuri lebat dan gelapnya belantara kehidupan,bahkan terkadang harus bersembunyi di sebalik pohon untuk menghindari serangan membabi buta para kawanan...sedang aku hanya membawa sesuluh api kecil yang dapat padam tertiup angin disetiap saat,aku hanya mengandalkan do’a dan kebaikan dari Tuhan saja.
 
Entah perjalanan seperti apa lagi yang akan aku tapaki setelah hari ini,aku tidak pernah tahu.Mungkin cerah atau malah sebaliknya,aku hanya berusaha menjadi hamba yang baik dan mampu memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.Bukankan kita hanya akan menuai atas apa yang telah kita tabur?.Meskipun begitu kehidupan tetaplah misteri,yang setiap peluang dan kemungkinannya selalu dapat berubah dalam setiap setengah detiknya saja.Setidak-tidaknya aku masih bisa berdo’a dan berusaha,serta masih memiliki pengharapan.Yaitu kebaikan dari Tuhan,Raja semesta alam.
 
 
 
 
 
Djawa,18 oktober 2014.
A true story
By Yayat Budiman.


Lencana Mengabdi Desa

Lencana Mengabdi Desa.

Apa yang ingin aku nyatakan untukmu wahai para pendahulu dan yang terkemudian, hanyalah sebuah harapan, " Tuhan, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pengasih dan Penyayang, dengan ilmu-Mu maka sayangilah mereka ". 

Dalam sekeping hati ini, telah kusimpan bukti dari buah karya bhakti atas lencana para pengabdi. Serta dari relung sanubari yang terdalam, sungguh mengendap selaksa kerinduan, padamu wahai para pendahulu.
Yang kutahu, bahkan engkau tidak tahu manisnya madu, namun tahu persis pahitnya empedu. 
Allohuma firlahuma.

Untukmu wahai yang datang terkemudian.
Ingatlah selalu bahwa ;
Lencana adalah rencana, adalah kencana, adalah bencana.

JIKA dengan lencana ;
~Engkau menyatukan gerak, tekad, dan harapan manusia dari berbagai bentuk dan warna, itulah "rencana".
~Engkau bangun segala aspek kehidupan dunia berdasar keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan, itulah "kencana".
~Dan bilamana dengan lencana, engkau melupakan Tuhan, itulah "bencana".

Pengingat untukmu duhai yang datang terkemudian.
Dengan bijaksana, sesepuh pernah mengatakan, " Amanat itu diberikan, bukan diminta, apalagi diperjual belikan ".

Beberapa saat yang lalu, rupanya, gerbang langit telah menurunkan tangga berjenjang berkarpet merahnya ke Satuan Pemukiman kita.

Bahkan para pengabdi pun, satu persatu beranjak naik pergi meninggalkan kita dengan segala corak dan kemegahan lencananya.

Disana, di ufuk langit yang tiada berbintang....pada suatu alam yang tiada lagi dendam.
Para pendahulu, menanti kita dengan penuh kerinduan. 

The whisper of the wind.
On the way home.
Oku in memory.
Windusari, selalu dekat di hati.



Jumat, 22 Mei 2020

Bahasa ngapak


ISTILAH DALAM BAHASA NGAPAK.

Beberapa istilah dslam bahass ngapak.
*NGAMPAT*: mendatangi suatu tempat yg jauh dan biasanya dengan berjalan kaki.

*NGENTORANG*: Orang yg suka menggampangkan persoalan.

*NDEMPIS*: Duduk dipojok menyendiri agak tersembunyi

*DILAMPU*:  Mengerjakan sesuatu dengan memaksakan diri

*BEJANE* : Memaksakan diri sekalipun ada hambatan tetap diterjang

*HOB*: Stop’.Perintah untuk berhenti

*SEMENYANG*: Ribut-ribut. Mulut yg bicara ribut tidak berhenti.

*TAFAR*: Nonton bioskop

*MBANDANG* : Lari cepat.Melarikan diri

*MAYENG*: Keluar rumah tidak jelas arahnya.

*NGLAYAP*: Hampir sama maknanya dengan MAYENG.

*MBEIT*: Berhenti sejenak dari permainan.

*CEM*: suatu istilah yg biasa diucapkan untuk menandai menyerah atau tidak mampu menjawab teka-teki.

*ORA PATI’O*: Tidak seberapa

*ORA PATI-PATI*:Tidak mungkin berbuat begitu kalau tidak ada maksud terntu.

*MBANDANG* : Lari cepat.Melarikan diri

*MAYENG*: Keluar rumah tidak jelas arahnya

*SYIM*: Istilah untuk mewnunjukan suatu itu adalah rahasia.

*SA’PORE* : Luar biasa! Ungkapan memuji

*SLONJOR*: Menjulurkan kaki.

*NERATAK*: Kaget dan ketakutan.

*NGABO’* : Mengakui milik orang lain menjadi miliknya.

*NDEKEM*: Arti umumnya adalah bersembunyi dengan tongkrong sambil memeluk kedua lututnya .
*NGLIGO*: Telanjang dada

*BONGGAN*: Salah sendiri

*DIDES*: Mencari telur kutu dikepalanya sendiri.

*KOGEL* : Perasaan ingin memberi yg sangat besar.

*FUDHUL*: Ingin tahu urusan orang. Nampaknya kalimat ini diambil dari bahasa arab.

*JEBULNOHO*: ternyata.

*KESLIRENG*: Kena sasara yg sebetulnya bukan diarahkan kepadanya.

*LOBO’* :Kebesaran.

*MLODOT*: Menjadi panjang. Bergerak memanjang.

*BLANTONGAN*: Orang yg tidak pantang memakan apa saja. Kata ini juga terkesan ada kerakusan pada pelakunya.

*LELEH-LELEH*: Tidur tiduran.Biasanya kata ini ditempatkan pada kondisi

*KOTOKHOMONO*: Sepertinya,merasa seakan..

*STANE*: gayanya,lagaknya.

*CUMBU*: Binatang yg sudah mengenali tempat tinggalnya.

*NGLEMPRAK* : Duduk diatas tanah tanpa tikar atau alas lainnya.

*STIL*: Berdandan rapi,necis.

Sebagian besar oang yang tinggal di eks karesidenam banyumas dan sekitarnya dalam kesehariannya selslu menggunakan bahasa ngapak. Meskipun tidak selalu begitu seperti pada saat berbicara dengan orang tua atau yang fituakan akan mengginakan bahasa kromo inggil tapi dengan dialek ngapak.

Orang ngapak punya semboyan dengan penggunaan bahasanya " ora ngapak ora kepenak ".
Bukankah ini juga merupakan salah satu bentuk nguri-uri budoyo ?.
Atau melestarikan budaya fslam Bahasa Indonesianya, budaya bukan hanya seni tari, seni ukir, hasil pahatan seperti arupadhatu, relief, candi, dan lain sebagainya saja. Tapi bahasa adalah budaya yang memegang peranan kunci dari itu semua.


Bantuan bagi terdampak covid-19



Dana Bagi Terdampak Covid-19.

Mari para pembaca yang budiman  kita belajar dan pahami bersama, sehingga tidak ada kesimoang siuran informasi diantara masyarakat fannkita bersama.

Akibat Covid 19
Pemerintah mengambil kebijakan berupa bantuan antara lain;
1. PKH
2. BPNT
3. BLT Dana Desa
4. BST Kementerian/kemensos
5. BLT APBD
8. Sembako APBN
9. Sembako APBD

Ini harus dibedakan supaya kalau mau protes tidak muncrat kembali 😅

1. PKH adalah program keluarga harapan, bentuknya uang tunai bersyarat,(keluarga miskin yg punya ibu hamil/anak balita/anak sekolah SD SMP SMA/lansia 70 th keatas) langsung masuk rekening masing-masing. Jd walaupun miskin tpi tidak ada kategori gak bsa masuk😊 datanya juga langsung dr kemensos bukn pendamping yg data ya😀

2. BPNT (dulu namanya Raskin) adalah Bantuan Pangan Non Tunai, bentuknya berupa Bahan Makanan yang disalurkan melalui Kios Desa yang ditentukan oleh bank BRI kerjasama TKSK kecamatan.

3. BLT Dana Desa adalah Bantuan Tunai dari Desa Masing-masing, 
(ingat bukan untuk kelurahan ya tapi desa) 
Besarannya 600 ribu per bulan direncanakan selama 3 bulan. Nah BLT dari Dana desa  perlakuannya ada 3, 
I. Bagi Desa yg belum Cair Dana Desa Tahap I, maka diprioritaskan untuk BLT Covid 19.
II. Bagi desa yg telah cair Dana Desa Tahap I, namun belum habis dibelanjakan, maka diprioritaskan untuk BLT Covid 19
III. Bagi desa yg telah cair Dana Desa Tahap I dan teah habis dibelanjakan, maka segera bermohon Tahap II diprioritaskan untuk BLT Covid 19. Pertanyaan, siapa yg dibantu BLT Dana Desa? Jawab: adalah warga desa yg penghasilannya terdampak Covid 19 dan bagi warga desa rentang sakit, atau sakit menahun. Dengan demikian ada Desa lebih duluan beri bantuan ada juga terlambat beri bantun karena prosesnya tadi diatas itu Tahap I, Tahap II.


4. BST Kementerian adalah bantuan bentuk Tunai diperuntukkan bagi rata-ratabperkotaan atau kelurahan.. bedakan ya...

5. BLT APBD adalah juga bantuan Tunai Dari Dinas Sosial juga diperuntukkan bagi masyarakat yg belum Dapat BLT Dana Desa atau lainnya.

6. Sembako APBN adalah bantuan berupa bahan makanan yang bersumber dari pemerintah pusat langsung

7. Sembako APBD adalah juga bantuan berupa bahan makanan yg bersumber dari APBD provinsi dan Kabupaten

Kesimpulan :

Ternyata bantuan itu banyak ... dan yang bertanggungg jawab sendiri sendiri ...

1. PKH itu penanggung jawabnya kememterian sosial pusat ... data dari mereka .... desa memang tidak dilibatkan ... dan ada Pendampingnya looo ...

2. BPNT itu penanggung jawabnya Dinas Sosial Kab ... dan pembagiannya oleh Dinas langsung ... 

3. BLT DANA DESA ini baru jadi tanggung jawabnya pemerintah desa ... 

4. BST PUSAT ini tanggung jawabnya  Kementerian Sosial pusat juga ...

Demikian semoga semua dapat tercerahkan.

Kamis, 21 Mei 2020

Kotagede, Yogyakarta



Sebagai penyandang gelar kota kerajinan perak di pulau jawa, kotagede rupanya segera berbenah diri untuk semakin meningkatkan kualitas bahan serta kualitas hasil produksi peraknya.
Meski dulu pada masa awal berdirinya kotagede sebagai sentra produksi kerajinan perak masih sangat terbatas baik sumber daya pengrajinnya maupun sumber daya mesin-mesinnya, tapi sudah mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal. 

Memang saat itu kualitasnya dan nilai seni produknya masih kalah jauh bila dibandingkan dengan produk-produk di pasar global.
Faktor utama yang menjadi penyebabnya adalah lebih fi fokuskan kepada banyaknya jumlah produksinya semata-mata untuk memenuhi permintaan pasar yang demikian tingginya.
Sehingga hal-hal detil seperti produk berseni tinggi dengan tingkat kerumitan yang sedemikian rupa pun ditinggalkan.
Disamping faktor permintaan pasar akan perhiasan.perak yang tinggi, faktor lain penyebab kurang bagusnya kualitas produk bila di bandingkan pasar global adalah mesin-mesinnya. Saat itu semua masih manual dan lebih dititik beratkan kepada 95 persen sumber daya manusia.

Lain halnya dengan kotagede yang sekarang. Dimana mesin-medin casting, handypieces, lamping, polishing dan lain sebagainya sangat mudah didapatkan.
Meskipun jauh harus ke surabaya fi sekitar jalan sumatra, maka mesin-mesin seperti ini sudah banyak dijual. Bahkan hingga kebutuhan bahan kimia untuk pelapisan seperti gold platting, pink gold platting, silver platting, dan lainnya sangat mudah dicari bahan bakunya bahkan disetiap kabupaten kota ada penyedianya.
Dari sini dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan dan peningkatan akan produksi perak telah sangatlah berkembang di banding sebelumnya.

Necklace atau kalung seperti ini pun sudah mampu diproduksi di kotagede. Iti berarti pula secara otomatis kotagede telah membuktikan mampu bersaing dalam kancah pasar global.

Kotagede masa kini akan selalu berusaha untuk memuaskan keinginan dan selera penggemar peraknya di manapun berada.
Kualitas dan seni lebih di prioritaskan. Harga pun bersaing, lebih murah namun tetap elegan dan sedap dipandang.
Tantangan kotagede yang sekarang adalah, mulai menjamurnya perusahaan-perusahaan multinasional yang berinvestasi di Indonesia sehingga bukan hanya produk saja yang dapat mendukung perkembangannya melainkan 'marketing' dengan strategi jitunya pun sangat berpengaruh disini.

Pasaran global telah berbunyi, ibarat ayam jantan telah berkokok diujung bukit.
Maka sudah waktunya bagi kotagede, yogyakarta untuk menjawabnya. Kotagede harus memasang tim pemasaran yang tanggug dan ulet bila ingin turut serta meramaikan ' Internasional jewelry gallery and art ', yang diadakan rutin tahunan di hongkong.
Kami percaya kotagede mampu menjawabnya.
Ayo kamu bisa !!.



Rabu, 20 Mei 2020

javanesse cat



Di Indonesia pada umumnya memiliki banyak jenis kucing hutan.
Banyak jenisnya, sesuai dengan habitat asal kucing hutan tersebut. Lain habitat lain juga motif serta ukuran kucingnya. Namun disini yang akan dibahas adalah tentang kucing hutan endemik jawa.


Kucing jenis ini bagi orang jawa biasa disebut 'blacan' motif bulunya mirip macan tutul jawa. Foto tersebut diambil dalam sebuah penangkaran kucing hutan di jawa tengah daerah tegal. Kucing jenis ini umumnya memiliki habitat sekitar pesawahan, atau hutan semak dengan banyak sumber air. Kucing hutan ini akan lebih aktif berburu mangsanya pada malam hari. Untuk kucing jawa ini memiliki makanan pokok seperti tikus, ikan, juga binatang kecil lainnya. 

Kucing jawa atau yang dalam bahasa latinnya disebut Prionailurus bengalensis memiliki karakter yang sangat agresif sama dengan kucing hutan lainnya. Hanya saja kucing hutan ini sangat pemalu karakternya. Pada umumnya akan langsung kabur bila bertemu dengan manusia secara langsung, takut ditangkap kali ya ??.

Untungnya kesadaran manusia jawa akhir-akhir ini terhadap keberlangsungan hidup hewan dan alam sekitarnya sudah sangat tinggi.
Tidak seperti manusia jawa pada tempo dulu, dimana lebih mengutamakan kehidupan manusianya saja dan kurang memperhatikan kondisi alsm sekitarnya. Seperti hutan-hutan di tanah jawa ditebang dan dirubah menjadi area pesawahan untuk bercocok tanam. Lihat akibatnya sekarang, hutan mulai habis dan sebagai gantinya pesawahan menjadi luas. Otomatis pula kebutuhan akan sandang, pangan, dan papan manusia mudah tercukupi, tapi akibatnya untik hewan dalam.habitat liar seperti Prionailurus bengalensis ini menjafi terpojok dan hampir bisa dikatakan langka.

Semoga saja nasib Prionailurus bengalensis ini nantinya tidak seperti harimau loreng jawa, telah lebih dahulu punah oleh manusua-manusia jawa jaman dulu.

Oh ya, Prionailurus bengalensis atau yang biasa disebut kucing jawa ini masih mudah dijumpai disekitar ngarai sungai serayu loh.
Bahkan ada beberapa petani sekitar ngarai serayu yang telah beverapa kali menemukan anak dari Prionailurus bengalensis ini. Namun dengan penuh kesadaran petani dan warga sekitar pinggiran sungai serayu akan menaruh pada tempatnya semula dengan tujuan induknya dapat menemukan fan merawatnya.

Bahkan banyak cerita dari warga sekitar yang beberapa kali berjumpa dengan kucing besar/macan. Namun masih belum jelas apakah itu macan loreng jawa yang telah dianggap punah, atau macan tutul.jawa yang hidup disekitar ngarai pinggiran sungai serayu.

Baiklah dalam artikel berikutnya akan penulis persembahkan cerita warga tentang macan di sekitar pinggiran sungai serayu.

Yang jelas adalah bahwa Prionailurus bengalensis atau blacan jawa ini masih sangat mudah dijumpai di daerah banjarnegara jawa tengah, khususnya disekitar pinggiran sungai serayu.
Ditepinya sungai serayu......
Masih menyimpan 1000 misteri legenda macan yang 'hilang'.

Selasa, 19 Mei 2020

HAN NARA jewelry art.



Jewelry made in Indonesia.

One kind of belonging that needed so much by some of women in the world is jewelry. And the jewelry that made from silver jewelry is one kind the best stuff that ever made in the world.



So many kinds products of rings that have been made here, not only rings.
The consumen can also ask for certainly style of model for her self. But the more stylish the product that customer ask for it the more expensive the price that must customer will be paid.


One product has different prices with the other products. The difficulty of making, the certain color and the quantity of cubics zirconia that has been used. Not only that but, the model of product like especially product will also makes it price more expensive. So everything is depend to the customer, the price with our standard product or the product with especially making.


And this a little thing named earrings.
In this earrings be zirconia cubics with special made and color.

We can get it eassily when we arriving in indonesia.


Minggu, 08 Desember 2019

Suara Hati


Suara Hati.

Pagi hingga sore waktu terasa sangatlah cepat berlalu.

Terlupakan oleh sebuah kegiatan rutin yang mesti ditunaikan...
Namun kala senja tipis berwarna merah dilangit telah berganti kelam...
Dan sayup merdu para santri telah bersahutan dengan lantunan para ustadz melaung indah berirama melodi sorga..yang diiringi indahnya tetes air mata cinta akan Illahi Rabbi.

Tasdid...maad..idghom...idhar dan dengung mengiring..bak nasyid indah yang timbul dari qolbu sang pelantun kitab suci.
Aku merasa..
Aku merasa...
Aku merasa....
Betapa tidak berartinya diri ini dengan segenap ilmu yang dimiliki....
Suaraku seolah tak bergema dilangit sana.
Seolah hanya berpijak pada sebuah tempat kecil dipojokan langit sana,dengan pakaian lusuh dan kumalku....Serta ditatap dengan senyum iba' saja.
Iya iba....aku hanya sebatas dikasihani saja.Belas kasih saja.....
Sementara aku tidak mampu mengambil cinta_Nya.
Seberapa pun aku belajar untuk meraih keindahan cinta itu.......
Semakin aku tidak mampu menasyidkan tasdid...maad...idhom...dan idhar itu....

Senja di penghujung hari....
Benar-benar menambah gulana,,,,dari gundahnya sebuah hati yang rindu akan cinta Illahi Rabbi.
Pondok pesantren ini
Betapa telah sangat menyadarkanku...
Bahwa aku memang sangat belumlah pantas untuk mendapatkan cinta_Nya yang 'istimewa'...........
.....
....
...
..
.



Rona Hati

Hingga malam pun larut ke dalam segelas minuman badeg bikinan yu manisah . .
Dingin,ayem,kabut berembun dan pekat . .
Sesaat kusapa dan kupeluk dinginnya malam dihalaman rumah . .
Seperti biasa,mata pun beradu pandang dengan sayunya gugusan-gugusan bintang . .

Perlahan . .
Hatiku pun mulai berbicara dengan Tuhan . .
Inilah aku . . yang selalu berbicara dengan Tuhan yang sama meski dalam masa dan tempat yang berbeda-beda.

Tuhan . . tiap 1000 permohonan yang telah aku panjatkan,dan akan selalu menjadi 1001 kebijakan dalam kebajikan telah Kau berikan . . meski dengan rentang waktu yang memayahkan . .
Begitu juga dengan malam ini kan Tuhan ? . .






DERMAGA SENJA



Dermaga Senja.

Sore itu kami pun bersegera menunaikan shalat ashar di penghujung waktu,lalu bergegas untuk menuju ke sebuah penyeberangan di dermaga tua.Kunjungan tiga gadis cantik kecil ke kosan kami di sore itu membuat hati kami tak tega untuk membiarkan ketiganya pulang begitu saja.Timbul rasa kecemasan dalam hati ini,bagaimana bila terjadi sesuatu dalam perjalanan mereka nanti.Kemudian " Bagaimana kalau kita menuju ke dermaga bersama-sama..kebetulan kami juga mau menuju kesana " mas jamal yang sedari tadi duduk dikursi di sebelahku, berinisiatif cepat sebagai wujud kebaikan hatinya.
Nuansa di sore itu terasa sangatlah berbeda dengan bergabungnya adik perempuanku di sertai dengan seorang gadis kawan karibnya itu.
Dewi namanya,seorang gadis dari alumni sastra bahasa asing yang berasal dari sebuah keluarga terpandang di sebuah kota kecil di jogjakarta.

Tak terasa sampailah juga kami di dermaga tua itu.
Airnya yang berriak kecil..Biduk-biduk kecil para penduduk sekitar yang telah ditambatkan..Sampan-sampan bermesin yang bendera usangnya tetap berkibar tertiup angin di senja itu, beserta pengemudi sampannya yang ramah dan tampak bersahaja selalu tersenyum sambil menunggu pada setiap orang yang datang.
" Segeralah naik ke sampan dan pulanglah kerumah..karena orang tua mungkin sudah menunggu sedari siang " kami berpesan.
Jingga rona senja di langit,kepak sayap dan cicit burung selat,juga goyangan biduk-biduk kosong dalam tambatan akibat riak-riak kecil..seolah mengiring sang raja hari ke peraduan malamnya.
Sampanpun terisi penuh sesak dengan para penumpang terakhirnya di hari menjelang malam itu..
Kecil dari kejauhan tampak sampan itu pelan melaju menyusuri selat berair tenang..lalu menghilang dibalik kabut pembatas jarak pandang.
Tinggalah kami saja di dermaga senja itu dan bersiap untuk menyongsong pelita esok hari setelah gulitanya malam kami lalui, dengan ditemani hembusan angin senja dibalik temaram lampu malam ditepian dermaga...penuh dengan kebisuan.
Writted by yayat budiman




Di Bawah Temaram Purnama



Cerita lusa, jum'at malam.

As ussualy, I always read yasen one kind of surah in the holly Qur'an, I read it with the surah alfatikhah as the beginning.. surah yasen, kulhu, falak binas as the clossing of the reading.
That night I made the du'a for all the moslem and moslemah..Mokmin and mokminah that had passed away in last time. Especially to my friend that the name was writted above.
Then some of flash imagine were on my mind. How hard the responsibility after the die became true.
When I enjoyed with this imagine, without my consciousness I walked away far from home in to the savana. Under the light of fullmoon. And the story was begun.
Di bawah temaram sinar bulan purnama, tampak seorang pria bersorban dengan corak gelap, duduk pada sebuah batu besar, dengan bukit-bukit yang tumbuhi pohon gandum, rumput yang kering mati dan tandus serta tanaman-tanaman padi yang telah terpotong meninggalkan pangkal-pangkalnya saja. Duduknya seperti duduknya penggembala yang sedang menunggui hewan gembalaanmya. Kemudian aku menghampirinya dari sisi sebelah kiri pria tersebut. Aku pun kemudian ikut serta duduk disebelahnya pada sebuah batu besar yang sama namun posisiku tak lebih tinggi dari pria tersebut sehingga aku bisa melihat postur tubuhnya yang ramping serta samar wajah rupawannya, hidung mancungnya, dan wajahnya tampak tiada senyuman.. dingin saja.
Aku melihat banyak emas berupa butiran pasir berserakan di tanah, di sisi bawah.
Aku berpikir, pria ini begitu menakjubkan mampu.menciptakan emas dan berparas rupawan, kenapa memilih menyendiri tengah sabana.
Tiba-tiba datanglah dua orang pria berpostur gempal menghampiri kami disana. Dengan tetap berdiri kedua pria itu berkata, " kami adalah utusan dunia, dan kami memintamu untuk merubah pasir yang lain disekitar sini untuk kamu rubah menjadi uranium dan bijih-bijih emas, untuk kami ".
Tanpa mengucap apapun kepada kedua utusan dunia itu, pria bersorban itu turun dari batu besar aku pun serentak mengikutinya. Diambilah segunduk kecil pasir... di pisahkannya dengan kefua tangannya itu kemudian terpisahlah antara batu kerikil, pasir, iranium, dan bijih-bijih emas.
Salah seorang dari mereka menodongkan senjata pistol, sambil berkata, " bunuh kedua orang ini dan kita ambil gundukan-gundukan yang berharga ini ".
Kemudian pria bersorban itu berdiri tanpa expresi apapun dingin saja, meninggalkan kedua utusan dunia itu. Ditengah langkah kami yang sedang pergi berlalu, datanglah menyusul seekor kucing, dari coraknya jelas sekali itu bukan kucing persia apalagi kucing angora.. tapi sangat jelas kucing batu yang berlari menghampiri dan bergelayut manja diantata kedua kaki bersorban secara bergantian.
Kira-kota 17 langkah berlalu, salah satunya bekata, " itu adalah Muhammad ". Tapi peluru sudah lepas dari larasnya. Peluru pistol itu benar-benar akan meledakkan jantung dan kepala kami 0,5 detik lagi saja.
Dari bukit sebelah suara pria yang lain tanpa wujud bergema, " celakalah kalian itu adalah muhammad ".
Tiba-tiba keajaiban datang. Angin kencang datang menghalau derasnya kilatan laju peluru. Bersamaan itu pula tanaman gandum, rerumputan dan padi seketika tumbuh menjalar tiada tertahan kemana-mana tanamannya memanjamg dan terus memanjang mencari tempat kosong untuk diisi. Seketika tempat itu yang tadinya hanya dengan temaram purnama saja saat itu menjadi tetang benderang dengan sinar keemasan dari tumbuh-tumbuhan disekitarnya.
Akupun terbangun, rupanya baru jam 4 pagi.
Kudu adus.. kudu nguli meneh.
Wes ngunu terus






SEBUAH IBARAT

KEHIDUPAN ini di ibaratkan,sebuah bahtera yang sedang berlayar lengkap dengan nahkodanya.Yang menempuh perjalalan menuju sebuah tempat bernama 'akhirat',perjalanan ini menempuh batas waktu yang tiada tertentu,menempuh perjalanan langit yang sangat melelahkan.Kemudian sang nahkoda menyandarkan sejenak bahteranya di sebuah pulau,bernama pulau 'dunia'...........
Sang nahkoda berpesan,agar para penumpang jangan meninggalkan jauh dari bahtera,dan sekedar menikmati seperlunya saja sekedar untuk kebutuhan di pulau itu,dan tidak boleh membuat kerusakan.......

Namun,keindahan pulau 'dunia' telah membuat lupa dan lalai akan hakekikat perjalanan mereka yang sesungguhnya...........
Ada yang beranggapan bahwa perjalanan telah usai dan pulau inilah tujuan akhir dari perjalanan panjang itu.........
Hijaunya daun,gemriciknya air di sungai di antar bebatuan yang indah,kicau-kicau burung,dan sepoi lembut angin di dedaunan,serta hewan-hewan dan binatangnya yang idah dan menawan telah membuat hati mereka ingin memiliki semua itu.........
Sehingga tanpa di sadari oleh diri mereka sendiri,mereka telah jauh dari bahtera,dan tela jauh dengan penumpang yang lain,sementara mereka tidak sadar dengan ancaman binatang buas dan keganasan alam sekitarnya............

KEMUDIAN................................................
Sang nahkoda membunyikan peluit panjang tanda perjalanan akan segera di lanjutkan kembali..............................
Bagi mereka yang menrindukan dengan tujuan akhir mereka,yaitu pulau "akhirat",maka mereka segera bergegas untuk menuju bahtera dan mendapatkan tempat duduk yang luas,lapang,dan nyaman dalam bahtera itu.........................
Ada juga yang sedikit terlena dengan indahnya dunia,sehingga dia terpesona dan membawa serta beberapa bebatuan yang berwarna indah dengan beberapa kantung dan dibawanya serta,di dalam bahtera ia tidak mendaptkan tempat yduduk yang nyaman,karena semuanya telah ditempati oleh penumpang yang lebih awal datang,sehingga ia tetap berdiri sambil menjinjing bebatuan yang dibawanya itu,beban perjalanan dalam bahtera pun semakin berat bagi dirinya,ia tidak dapat menaruh atau meletakan barang bawaannya itu walau sekejap saja.................
Ada diantara mereka para penumpang yang tertinggal dihutan belantara pulau 'dunia' dengan segala keindahannya yang memikat hati dan mata...........

BAHTERA pun mulai bergerak,dan melaju secara perlahan meninggalkan mereka yang tertinggal di pulau 'dunia'......kemudian melaju kencang untuk menuju tujuan akhir mereka pulau 'akhirat'...menerjang topan dan badai.....dan sesekali menikmati keindahan langit yang menenteramkan hati.........dan terusssss melaju diantara bintang-bintang....................................................
ASTAGHFIRULLAH HALADZIM.




Rabu, 11 Oktober 2017

Senja dari bordes kereta



Bordes Kereta Senja.

Perjalanan menuju ke jakarta sore itu terasa sangat sunyi dalam sebuah gerbong kereta yang ramai dengan para penumpangnya. Pada barisan depan tampak seorang anak laki-laki kecil bergelayut manja dalam pangkuan ibunya. Ada yang asyik dengan alunan musik dalam ear phonenya, ada yang asyik dengan koran di depan kacamata tebalnya, dan ada juga yang bersandar manja pada sang pujaan hatinya. Sementara aku asyik dengan menerawang keadaan ditengah lamunanku.
Rasa jenuh akhirnya mengalahkan angkuhnya sikap diamku, hingga membawaku ke dalam sebuah bordes kereta.
Jauh diujung sana tampak indahnya karunia yang Maha Kuasa. Barisan perbukitan yang menghijau, nyiur pepohonan kelapa yang mengisyaratkan kedamaian bumi pertiwi, lembah pegunungan yang jauh nan teduh, serta hamparan pesawahan yang luas dengan pohon dan padinya yang tampak kuning keemasan.
Ke sinilah aku selalu kembali, disinilah aku merasa hidup, kala perjalanan panjang telah di mulai, dalam sebuah bordes kereta dikala hari menjelang senja.
Terasa pundakku disentuh seseorang, tampa wajahnya sangat tampan dan rupawan. Warna kulitnya putih kemerah-merahan, bentuk badannya pun tegap. Hanya saja senyum diwajahnya agak dingin dan muram. Jelas itu adalah orang eropa, dengan bahasanya ia berkata padaku seperti serentetan peluru es yang dihamburkan dari sebuah laras gandanya.
" Tahukah kamu ada berapa penumpang dalam kereta ini ?, tahukah kamu kemana kita akan dibawa kereta ini, dan di mana kereta ini akan berhenti ?, tahukah kamu siapa masinis kereta ini ?, tahukah kamu dari negara mana saja para penumpang kereta ini ?, dan tahukah kamu bahwa kamu adalah seorang perenung yang sangat beruntung ? ", begitu ia berkata.
Sungguh aneh pikirku.
Kemudian ia menjelaskan beberapa hal kepadaku, " ibarat kehidupan, kereta inilah yang mengambil hidupmu dari kehidupan. Kereta inilah yang mengantarkan substansi hidupmu setelah kematian ragamu. Kereta ini berisi  minimal 2500 penumpang orang indonesia setiap harinya, dan ribuan penumpang dari berbagai negara lainnya dari masing-masing stasiunnya. Masinis kereta ini menguasai multi bahasa, sangat disiplin danbtidak akan membiarkan satu pun dari penumpangnya tertinggal. Dan kereta ini akan melewati stasiun mars, stasiun pluto, dan akan berhenti pada sebuah stasiun terakhir yaitu stasiun barzakh. Di sanalah kita semua akan diturunkan tanpa ada yang tertinggal. Di stasiun barzakh masing-masing dari kita akan mendapatkan akomodasi yang sesuai dengan tiket keretanya. Saya mendengar kebanyakan dari para penumpang kereta yang kemarin, dan kemarin lusa mendapatkan akomodasi yang buruk dan banyak yang menjadi gelandangan di stasiun barzakh sana. Serta para calon penumpang besok dan besok lusa adalah penumpang teladan sepanjang masa bahkan telah disiapkan hotel mewahnya. Entah dengan kita para oenumpang hari ini. Saya dengar dari masinis dan awak kereta senja ini, bahwa kamu sangat beruntung karena akan diturunkan di stasiun jatinegara itu  berarti kamu memiliki kesempatan untuk membeli tiket kereta sesuka hatimu, betapa beruntungnya dirimu aku iri kepadamu ", begitu jelasnya dan ia pun berlalu dan menghilang di balik pintu.
Kemudian bahuku pun ditepuk kembali dengan tepukan, dan irama yang sama. Aku seolah baru terjaga kemudian terbangun dari tidurku.
Kini kulihat wajahnya sangat cantik jelita, jemarinya tampak lembut dan senyumnya pun sangat anggun penuh pesona. " maaf bapak, dimohon untuk menunjukan tiket kereta apinya, serta tidurlah pada tempat duduk yang tersedia karena bordes kereta adalah tempat yang berbahaya untuk tidur sambil jongkok ", jelas petugas kereta api sambil tersenyum lebar, selebar lautan.
" Oh, manusia toh kirain roh orang mati ", pikirku sambil beringsut menuju tempat duduk didalam gerbong kereta, senja ini.

Jumat, 17 Maret 2017

BACALAH


' IQRO '

Bacalah
Jalan-jalan sore ini dipinggiran jalan arteri Kota Jakarta ( kemudian masuk ke dalam jalan kecil tentunya ), pun lumayan juga buat ngilangin rasa jenuh.
Membaca sebuah buku tidak mesti harus buku yang mahal serta sampulnya kelihatan bagus atau ditempat ternama, kecuali duit kita banyak.
Intinya adalah kualitas isinya meskipun sederhana bentuknya.
Selesai mengirim paket kecil ke Jawa, dari sebuah biro jasa pengiriman paket, aku mencoba jalan-jalan menyusuri keramaian Kota.
Aku pun bahkan sampai tak tahu sudah berada dimana itu, masuk dan keluar gang serta jalan kecil begitu seterusnya.
Yang penting asyik aja menikmati hari selagi masih bisa bernafas di muka bumi ini.
Capek juga, aku pun lantas duduk di pinggiran jalan pada sebuah sebuah tempat duduk yang telah tersedia di beberapa tempat di pinggiran kota.
Tiba-tiba penciumanku menangkap aroma gosongnya uli bakar, hmm sedaap.
Aku pun memesan 2 iris uli bakar pada bapak penjualnya serta semangkuk sup buah pada abang penjual disebelahnya.
Dua iris uli bakar seharga 5 ribu, nikmat sekali rasanya.
Di jalur ini banyak terdapat pertokoan di pinggiran jalan. dengan aneka rupa barang yang dipajang baik di rak kayu maupun di lemari etalase.
Tepat dibelakangku adalah sebuah toko buku kecil.
Wah suatu kebetulan, dari dulu aku suka sekali dengan aroma kertas buku yang masih baru.
Niatku pada akhir jalan-jalan sore ini akan aku habiskan ditoko buku ini.
Rupanya hasrat mengalahkan segalanya.
Setelah minuman yang kupesan aku bayar, aku langsung ke toko buku itu.
Beragam buku ada disana, ada yang tidak terbungkus plastik dan ada juga juga yang sudah terbungkus rapat sehingga kalau mau membaca banyak mesti beli dulu itu buku. Aromanya yang khas yang ditimbulkan sungguh membuatku berasa seperti masih siswa Sekolah Dasar saja.
Banyak buku aku buka dan membaca ringkasannya.Dua buah buku murah aku bawa pulang juga akhirnya.. mungkin tidak begitu istimewa tapi lumayanlah.
Setelah aku bayar aku pun beranjak keluar, namun ada satu buku yang bersampul hitam bertuliskan ALKITAB membuat langkah kakiku tertahan.
Ah, toko buku selalu melakukan hal itu padaku dari dulu.
Sayang sekali masih terbungkus plastik ALKITAB itu.Tapi penjualnya memberi tahukan aku bahwa sudah ada yang dibuka di rak lemari kaca yang satunya.
Senang sekali aku dapat kesempatan ini.
Inilah salah satu kitab yang sebagai seorang muslim aku harus mengimaninya.Inilah rukun yang ke-3, dimana yang ke-1 adalah iman kepada Allah, yang ke-2 adalah iman kepada Malaikat.
Andaikan aku tidak percaya dengan Kitab ini dimana ini adalah salah satu dari Kitab-Kitab yang turunkan oleh Allah, maka aku tidak dianggap seorang muslim meskipun ini bukan Kitab suci agamaku.
Setelah membaca basmallah, lembar demi lembar aku buka dan aku baca meskipun secara acak, karena waktuku sangat terbatas sore itu.
Hatiku berdecak dan membaca secara seksama sebuah tulisan berbunyi :
" Janganlah kamu membuat berhala bagimu, dan patung atau tugu berhala janganlah kamu dirikan bagimu, juga batu berukir janganlah kamu tempatkan di negerimu untuk sujud menyembah kepadanya, sebab Akulah Tuhan, Allahmu ".
Imamat 26 ayat 1.
Kemudian aku baca lagi pada sebuah tulisan yang lainnya :
" Janganlah membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi, janganlah sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku Tuhan Allahmu ".
Keluaran 20 ayat 4 dan 5.
Semakin bertambahlah kuat keimanan di dalam hatiku, setelah ALKITAB aku tutup dan tak lupa aku ucapkan terima kasih pada pemilik toko aku pun beranjak pulang dengan menaiki sebuah bajaj warna biru sore itu.
Jkt,
Senin 06 Maret 2017.
23:12 Wib.

Senin, 06 Maret 2017

Titik di sudut relung

Titik di sudut relung.

Sekalipun merahku telah pudar..tapi aku masih punya wadahnya.
Sekalipun sinarku telah memendar..tapi aku masih punya biasnya.
Sekalipun apiku telah padam..tapi aku masih punya baranya.
Sekalipun warnaku telah menjadi buram..tapi aku masih punya titik goresnya.
Sekalipun gerakku telah mati..tapi aku masih punya getarnya.
Sekalipun aku hancur menjadi debu..tapi aku masih punya unsurnya.
Sekalipun hariku berlalu..tapi aku masih punya ceritanya.
Sekalipun gelap..tapi aku masih punya nuansanya.

Dan..
Sekalipun aku mati..aku masih punya bangkitnya.

Karena..
Hakku juga sebentuk dari kewajibanku..
Sehingga tidak begitu soal bagiku..tentang semua itu.

Bagiku..
Hidupku adalah kewajibanku.
Kewajibanku untuk 'manut' hidup sementara.
Kewajibanku untuk tetap bertuhan pada Tuhan semesta alam.
Tuhan yang esa.
Tuhan yang disembah oleh bintang-bintang.
Tuhan yang kepada_Nya saja para malaikat bertuhan.
Tuhan yang kepada_Nya saja para malaikat patuh.
Tuhan yang memberikan rasa..karsa..dan cipta pada kita manusia....sehingga tindak dan bicara kita para manusia terkadang meniru Tuhan atau bahkan ingin di Tuhankan.

Tuhan yang telah meniupkan Ruh_Nya kepada Adam (ciptaan_Nya).

Berabad kemudian jadilah manusia berkelompok-kelompok..bersuku-suku..dan berbangsa-bangsa.
Manusia yang lancang kepada Sang Pencipta.

Ahhh..
Biarlah saja.

Yang terpenting adalah..
Bahwa setiap hak akan dimintai pertanggung jawabannya.
Dan setiap kewajiban akan dihitung balasannya.

Hati yang selalu berdzikir dalam setiap getarannya.
Kewajiban yang selalu ditunaikan dalam tiap detak jantungnya.

Writted by,
Fayed b.

Kamis, 02 Maret 2017

Sahabatku telah berpulang



Sahabatku telah pulang

Hari itu tanggal 23 juli 2015.
Baru 10 hari yang lalu, belum genap 2 minggu.
Pak direktur memperkenalkan aku dengan warga asing yang menjabat sebagai kepala produksi di perusahaan ini, di salatiga.
Beberapa menit kemudian di panggilah seorang supervisor warga indonesia, ilin namanya.
Kami pun berjabat tangan erat, senyum dari wajah tampannya pun mengembang." ilin ", ucapnya mantap. Aku biasa memanggilnya dengan mas ilin, meskipun usiaku terpaut 4 tahun lebih tua, tapi dia adalah seniorku dan dia pun sudah berkeluarga dan sudah mempunyai seorang putra yang masih balita.
Sejak saat itu kami sangat akrab dan sangat dekat..hampir tiada jarak.
Kemana pun hampir selalu bersama.
Bila waktu makan siang tiba, mas ilin selalu sudah memesankan makan siang untukku. Bedanya, setelah selesai makan siang aku langsung menunaikan shalat zohor sementara mas ilin yang bahkan bukan perokok itu tetap duduk sambil ngobrol dengan securiti dan para karyawan lain. Meski begitu mas ilin selalu memberikan aku ruang untuk shalat dulu.
Seperti biasa siang hari tadi pun kami makan siang bersama. Tetapi karena aku ada penataan kerja di kantor tempat kerja yang baru, sehingga istirahat siangku pun terlambat.
Begitu sampai di tempat biasa kucari-cari mas ilin tidak ada. Tidak tahunya mas ilin sedang makan siang dibalik pintu. " Maaf mas saya makan siang duluan, habisnya mas fayat kelamaan ", begitu katanya.
" Tapi masih belum selesai kan, tuh masih ada barang 2 sendok di sana kita makan disana aja yuk mas ", aku mengajak.
Mas ilin pun mengikutiku.
Tidak ada begitu banyak perbincangan siang tadi..kecuali sekedar wacana dari bos membuka gedung baru di sebelah gedung yang sudah ada.
Biasanya manakala bel tanda usai bekerja berbunyi. Kami selalu keluar ruangan bersama dan paling terakhir diantara para karyawan.
Dan sambil berucap salam diiringi senyum keceriaan yang mengakhiri pertemuan di setiap petangnya untuk jumpa lagi keesokan harinya.
Namun senin 3 agustus sore ini aku pulang 10 menit lebih awal.
Setiba aku di kosan, seperti biasa aku buru-buru shalat magrib kemudian makan malam.
Baru dua suap nasi...handphoneku berdering. " oh pak direktur ", bisikku.
Dengan gayanya bicaranya yang khas, beliau bilang " cobalah kau cari informasi tentang ilin, sepulang kerja terjadi kecelakaan di dekat perusahaan kita...denger-denger ilin meninggal.
" inalillahi ", pekikku.
Secepat kilat kusambar sepeda ontelku menuju lokasi kejadian.
Aku bertemu securiti perusahaan disana...juga ada seorang opsir polisi yang menjaga TKP.
Kutanyakan perihal mas olin kepada opsir polisi tersebut...dan penjelasannya membuat tubuhke gemetar hebat.
" helm yang dikenakan hancur dan kepalanya pendarahan hebat, saat dibawa ke rumah sakit sudah tidak tertolong lagi ", opsir itu menjelaskan.
" Saudara siapa ? ", opsir itu bertanya kepadaku.
" saya adalah temannya, sahabatnya, iyah sahabatnya saja ", hatiku pilu tiada tara.
Rupanya taqdir kehidupan telah menentukan mas ilin, sahabatku untuk berpulang di senja magrib petang itu.
Selamat jalan mas ilin...sahabat baruku.
Satu diantara dua sahabat, dan yang lebih aku cintai telah Engkau ambil ya Allah..
Kutulis paragraf kecil ini setelah kubacakan alfatihah dan yasin kehadirat Illahi Rabbi untukmu.
Aku ikhlas..
Seperti dalam do'aku semoga Allah SWT, menerima kepulanganmu penuh dengan ampunan dan kebaikan.
Rupanya cuma sampai disini saja kisah persahabatan kita.
Biarlah akan kutapaki sisa-sisa kenangan itu yang pastinya akan menimbulkan  perih tertoreh dalam hati di sepanjang hari.
Jalan pulang itu telah mengantarmu pulang untuk selamanya.
A true storry.
For my best and beloved friend, ilin in memories
With love,
Fayat.

Selasa, 14 Februari 2017

TENTANGMU

Kesunyian adalah tempomu.
Belai angin di dedaunan, bentuk iramamu.
Alam yang menghijau, adalah syairmu.
Diam seribu bahasa, merupakan pesona misterimu.

Dengan senyummu, benang kusut pun terurai lembut.
Dengan diam melodimu, yin yang pun terbangun dari lelapnya.
Dengan sunyimu, raja hutan pun menjadi gusar dalam kecemasan.
Bahkan,, hanya dengan belaimu saja para pendosa terbuai terlelap tenang.
Kau selalu begitu.

Bahkan bias tatapmu, wujud nasihat damai kalbuku.
Kau tidak berubah.
Dan diam bahasamu, bagaikan zona nyamanmu untukku.

T'lah kucoba menggapaimu.
Tapi kau selalu begitu.
Kau pun berlalu, larut bersama waktu.

Tapi desir angin di dedaunan, serta sentuhan halus endapan kakimu di tiap nafasku.
Kau ternyata abadi..

Duhai,,.
Lihatlah pada rambutku yang kian memutih.
Lihatlah pada wajahku yang kian mengeriput.
Lihatlah pada tubuhku yang kian merenta.
Lihatlah kemari, kau sungguh membuatku lelah.

Bagaimana mungkin, kau yang selalu diam.. bisa memahami segala sesuatu ???.
Bahkan hingga diujung senja pun, aku tak mampu lagi memahami arti pedulimu itu.


15.07.16
Writted by yayat budiman.
Macapat ; megatruh

Kamis, 16 Juni 2016

Sahabat Pena



Sahabat Pena.

Suatu sore,disebuah koridor stasiun kereta api,di yahoo kimo,Papua.Seorang lelaki moslem berwajah tampan berusia kurang lebih 20 tahunan,berambut ikal,warna pirang,berkulit sawo matang bernama Alfredo.Duduk termangu seolah sedang menunggu sesuatu.Tiap kereta yang singgah dan berhenti distasiun diamatinya dengan harap cemas.Tapi apa yang dicarinya tak kunjung tiba.

Sahabatnya,iyah sahabatnya.Seorang gadis moslem dewasa,parasnya cantik,berasal dari timor leste.Sahabat pena Alfredo yang dikenalnya sejak beberapa tahun silam,dia bernama Laura da costa.

Beberapa kali mereka saling bertemu distasiun kereta ini,sekedar untuk berbagi cerita dan saling menanyakan kabar.Atau seringkali mereka saling menulis surat untuk berkirim kabar,yang mereka titipkan lewat seorang awak kereta api " Mutiara hitam ".Namun sudah sejak 2 bulan terakhir ini kereta tersebut sudah berhenti beroperasi,dan awak kapal kereta tersebut pun sudah tidak ada kabarnya lagi.

Merahnya senja di sore itu,semakin menambah kerisauan hati,yang kian menggundah gulana.Raut wajah lesu,dan ekspresi keputus asaan sangat nampak pada diri laki-laki tampan itu.
Hingga pukul 05.30 sore,stasiun tua itu pun tutup.Tak seorang pun duduk di stasiun kereta itu lagi,hanya dirinya seorang saja.
Secarik kertas yang terbungkus amplop biru yang Ia tulis sejak 3 bulan yang lalu,masih tergenggam erat di tangannya.

" Laura da costa,
Sahabat penaku.
Kau kabarkan tentang,jalan hidupmu.
Bunga-bunga kini,jatuh berguguran.
Seakan,turut merasakan hatimu laura..
Laura engkau laura..sahabat hatiku yang lara..

Sahabat sejati,
Luv,
Alfredo "

Rupanya,dalam surat terakhir Laura yang dikirim buat Alfredo,mengabarkan bahwa Laura dalam kondisi kritis akibat kanker di kepala yang di idapnya sudah memasuki stadium II.
Sore itu,dengan langkah gontai Alfredo meninggalkan stasiun tercintanya.Menyusuri padang berbukit-bukit kecil,di tengah merahnya rona senja...
Pupus sudah harapan,punah sudah impian.Goresan tinta pena di stasiun kereta api yahoo kimo,kini berakhir sudah.

Mungkin juga Laura merasakan getar dawai hati Alfredo.
Sebuncah harapan,selarik do'a,sebait kenangan..terucap calam hati Alfredo,kemudian larut dalam hangatnya setitik air mata di pelupuknya.
Hanya campur tangan Tuhan saja yang sanggup mempertemukan mereka kembali.Ia pun ikhlas akan kehendak Illahi.

Terima kasih Tuhan,bisik Alfredo.


Writted by : Yayat Budiman.

Embun Di Penghujung Malam



Ode Untuk Sahabat.

"Sahur..sahur" suara sekumpulan anak-anak itu seketika memecahkan tidur nyenyakku ditengah kesunyian malam.Perlahan kubuka mataku.."Oh,anak-anak RT sebelah rupanya" gumamku,seolah-olah aku masih berada dirumah kosan jalan kantil,sidakaya.

Tiba-tiba terdengar suara seseorang mengetuk pintu kamar tidurku,"Sahur...sudah menjelang pagi" aku terkejut seperti suara ibuku.Sambil menyingkap selimut kuraba-raba tempat tidurku.Barulah aku sadar rupanya ini adalah malam keduaku dirumah.Sengaja aku akhirkan waktu santap sahurku malam ini,agar ada tenaga simpanan dalam perjalananku hari ini.

"Santap sahurnya telat..tidak seperti kemarin" ibuku menyelidik.Aku terdiam sambil meneguk air."Jadi ke Salatiga..." sambung ibuku.Sejurus kulihat wajah ibu, guratan wajah yang kian menua..serta rona wajah yang penuh dengan pengharapan dan do'a itu seolah ingin mengetahui sebuah kepastian."Insyaallah bu...." jawabku datar,kulihat ada sedikit senyum terkembang disana.

Kusiapkan beberapa berkas lama yang kuanggap mungkin diperlukan saja.Lalu kuambil sehelai baju dari dalam almari untuk kukenakan ke Salatiga pagi ini.Kemudian "Degg..." jantungku berhenti berdegup, sesaat kemudian terasa aliran darah dalam tubuh yang lebih cepat.

Kulihat jaket pemberian adik-adik peserta diklat SMK N I CILACAP dalam barisan jaket-jaket disana.


Aku teringat siang itu.Sebenarnya aku merasa enggan untuk menerima hadiah itu, lagian itu adalah uang hasil patungan uang jajan mereka.Tak tega melihat itu semua..namun tak sampai hati juga menolaknya.Namun bagaimana lagi aku juga harus menghargai keputusan mereka.Akhirnya kuputuskan bahwa jaket inilah yang akan menemani pertemuanku dengan direktur lim hari ini.


Iya....adik-adik peserta itu adalah peserta yang pintar-pintar,rajin,lucu-lucu,dan memiliki jiwa persaudaraan yang kuat antara yang satu dengan yang lainnya.Dua bulan, pertemuan yang singkat dan sarat dengan kenangan.

Acara perpisahan waktu itu kebetulan dibarengi dengan hari ulang tahun June,salah satu siswi cantik alumni Boedi Oetomo yang ikut bergabung dalam diklat waktu itu.Masih teringat betul kejadian dihari itu,aku bagikan beberap pensil,dan bolpoin sebagai tanda perpisahan.Tapi gadis cantik ini tidak aku beri apapun setelah yang lainnya kebagian.Kulihat ada sebentuk kekecewaan yang mendalam disana..seolah aku melupakannya begitu saja.Kasihan juga melihatnya tidak bisa berlama-lama akhirnya kuberikan juga satu bolpoin yang agak beda dibanding yang lainnya.Dan kulihat wajahnya pun bersinar lagi.


Kesedihan menyelimutiku kala menyampaikan kata perpisahan hari itu.Seolah ada ribuan luka lama ikut membuncah dalam hatiku.Hampir aku tak kuasa menahan emosiku,mata yang berkaca-kaca seolah ingin dilelehkan..bahkan dinginnya angin dipelupuk mata sudah terasa.Dengan sigap kuambil hape dalam saku celanaku,lalu aku berusaha melupakan keadaan dengan cara asyik membuka-buka isinya."Biarlah mereka merasa tidak diacuhkan sementara waktu,daripada aku harus menanggung malu akibat gejolak emosi dalam jiwaku" pikirku waktu itu.Setidak-tidaknya aku kuat menghadapi perpisahan itu.Begitu banyak perpisahan telah aku rasakan disepanjang perjalanan hidup ini, dan luka akibat perpisahan bukan hanya perih namun menyesakkan dada dan mengoyak jiwa.Surat-surat kecil itu juga semakin menambah beratnya rasa perpisahan itu sendiri.Namun aku sadar bahwa mereka sudah saatnya untuk bangkit...bangun dari tidur panjangnya...mewujudkan segala imajinasinya...serta harus kuat dalam menentukan langkah kehidupannya...

Teruslah semangat adik-adik para putra pertiwiku....Songsonglah hari esok dengan penuh kegigihan....Lekatkanlah tujuan dan jangan sesekali menoleh kebelakang.....Cukuplah yang dibelakang kau kenang dalam kanvas bola mata masa depan.....Dan bersiaplah untuk menatap cerahnya merah mentari pagi disegenap persada bumi pertiwi....


Salatiga,18 juni 2015.
A true storry.
Writted by fayed b.
With luv.



Surat Untuk Nahkoda

Surat Untuk Nahkoda 2014. Cukup angka itu yg akan selalu diingatnya. Sejak saat itu, selalu saja 2 buah pucuk surat tulisan tangan kakeknya ...